Setiap pagi Fatimah (61 tahun) harus mengayuh sepedanya dari Rusunawa Jl. Harapan Jaya ke tempat ia mencuci baju di Daerah Sui Jawi, perjalanan yang cukup jauh ini ditempuh selama 30 menit.

Itu baru satu lokasi, sedangkan Fatimah herus bekerja di dua lokasi. Dengan sepeda tuanya Fatimah berpindah dari satu lokasi ke lokasi lainnya untuk bekerja dan memenuhi kebutuhan hidupnya.

Berangkat bekerja dari rumah jam 6 pagi Fatimah biasanya pulang menjelang tengah hari. Perjalanan pagi tidak begitu melelahkan, namun ketika menempuh pejalanan pulang menjadi tantangan bagi Fatimah, diusianya yang sudah tua dan harus mengayuh sepeda di bawah terik matahari membuat Fatimah harus mengeluarkan tenaga ekstra.

Dari pekerjaannya sebagai buruh cuci di dua lokasi ini, Fatimah mendapatkan upah lima ratus ribu rupiah setiap bulan, dari upah inilah Fatimah memenuhi kebutuhan hidupnya.

Dua ratus ribu dipakai untuk biaya sewa rusunawa termasuk listrik dan air dan sisanya dipakai untuk makan dan kebutuhan sehari-hari lainnya.

Tak banyak memang tapi inilah usaha maksimal yang bisa Fatimah lakukan di usianya yang sudah tua.

Fatimah memiliki dua orang anak, namun kedua anaknya bertempat tinggal di luar kota. “Anak saye ade dua orang, yang satu tinggal di Sintang dan yang satunye di Mempawah. Kondisinyepun susah gak. Jadi jangankan ngirim duit, datang kesinipun jarang”. Cerita Fatimah kepada tim Dompet Ummat. “Kalaupun ade ye adelah die ngirim, kalau ndak ye udahlah, kitepun dah tau keadaannye”. sambungnya.

Untuk mengurangi beban Fatimah, Dompet Ummat menyalurkan bantuan berupa 1 paket sembako yang langsung di antar ke alamat beliau di Rusunawa. Semoga bantuan sembako ini terus membuat Fatimah bersemangat dalam menjalani kahidupan.

Sahabat, di luar sana mungkin masih banyak Fatimah-Fatimah lain yang tetap harus bekerja dan berjuang memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka di usia yang sudah tua, mari bersama meringankan beban saudara kita dengan berdonasi ke Dompet Ummat.

Last modified: December 22, 2020