Namanya Sri Wahyuni (18) saat ini sedang duduk dikelas XII di salah satu SMK Swasta di Kota Pontianak. Sudah 7 bulan menunggak biaya SPP dan daftar ulang. Sri Wahyuni sendiri saat ini tinggal bersama ibunya yang bernama Sakyah.

Sakyah saat ini menjadi tulang punggung keluarga setelah suaminya meninggal 12 tahun yang lalu. Sehari-hari Sakyah bekerja sebagai petani padi, dengan luas lahan tak lebih dari setengah hektar yang lahannya beliau sewa dengan harga 1 juta.

Sebelum pandemi, Sakyah memiliki kerjaan sampingan sebagai PRT dengan gaji 800.000/bulan. Walaupun kecil dan jauh dari kata cukup namun dari pekerjaan inilah Sakyah memenuhi kebutuhan hidup dan membiayai sekolah Sri. Namun semenjak covid beliau diberhentikan dari pekerjaannya sebagai PRT sehingga otomatis penghasilan yang saat ini di dapat hanya dari bertani padi, sehingga Sri harus menunggak biaya SPP selama 7 bulan dan biaya daftar ulangpun belum terlunaskan.

Jangankan untuk biaya sekolah Sri, untuk makan sehari-hari saja kadang dibantu oleh anak kedua Sakyah yang sudah menikah namun masih tinggal serumah dengannya yang juga memiliki istri dan 2 orang anak yang secara ekonomi juga tidak lebih baik.

Meski kondisi ekonomi keluarganya kurang, namun tidak menyurutkan tekad Sri dalam melanjutkan pendidikannya. Sri termasuk anak yang rajin di sekolah, sangat semangat dalam mengikuti pelajaran dan jarang tidak masuk sekolah kecuali sakit.

Melihat kegigihannya dalam menuntut ilmu dan dengan kondisi ekonomi keluarganya, Dompet Ummat pun membayarkan tunggakan sekolahnya yang disalurkan langsung ke bendahara sekolahnya.

Mari bersama Dompet Ummat kita bantu mereka!!

Jangan sampai mereka menghentikan pendidikannya hanya kerena faktor biaya.

Last modified: December 15, 2020