Dulu ayah Dwinda bekerja sebagai buruh bangunan dengan penghasilan tidak lebih dari Rp. 80.000 perhari, namun sejak tiga bulan terakhir ayah Dwinda tak lagi bekerja karena tidak ada lagi panggilan untuk pekerjaan buruh bangunan.

Sedangkan ibu tidak bisa bekerja karena sakit paru-paru yang dideritanya. Tempat tinggal pun masih menumpang di rumah neneknya.

Dwinda Damayanti anak ke 3 dari 4 bersaudara, lahir dari keluarga yang sederhana namun tak membuatnya surut untuk melanjutkan sekolah demi meraih cita-citanya.

Dwinda merupakan satu diantara siswa kelas 1 Sekolah Menengah Pertama yang masih semangat dalam menempuh pendidikan, biarpun dengan keterbatasan ekonomi yang dihadapi keluarganya.

Kondisi ekonomi yang sulit membuat Dwinda belum mendapatkan seragam sekolah. Orang tua Dwinda tidak memiliki cukup uang untuk membayar baju seragam Dwinda. Melihat kondisi ini Dompet Ummat menyalurkan bantuan berupa seragam sekolah agar Dwinda lebih bersemangat dalam menempuh pendidikan.

Last modified: November 16, 2020