Ade Lip Syarifudin atau warga biasa memanggilnya dengan panggilan pak Ade saat ini berusia 49 tahun, mempunyai istri dan tiga orang anak, berasal dari keluarga dengan latar belakang yang berkecukupan namun kini kondisi tak sama lagi. Roda kehidupan terus berputar dan di usianya yang tak lagi muda ini dirinya mendapat ujian.

9 bulan lalu dirinya bersama istri dan 3 orang anaknya pindah ke Kalimantan Barat, tepatnya di Gg Sri Usman Parit Jepang Kuala Dua Kabupaten Kubu Raya. Ade sendiri mempunyai penyakit diabetes yang diidapnya sejak tahun 2012.

Kondisi kesehatannya semakin menurun dan menjadi lebih parah sejak 4 bulan lalu ketika Jantung nya mengalami masalah (komplikasi jantung).

Menurut informasi dari dokter yang memeriksa mengatakan bahwa, ada pembekakan dibagian jantungnya sehingga membuatnya susah bernafas dan kakinya juga membengkak.

Sehari-hari Ade Lip Syarifudin bekerja sebagai penjahit di rumahnya, namun sejak pandemi melanda usaha jahitnya. Pendapatannya dari menjahit jauh berkurang, hal ini berdampak kepada pemenuhan kebutuhan sehari-harinya juga terganggu, kebutuhan untuk kesehatan dan kebutuhan untuk biaya pendidikan anak-anaknya juga ikut terganggu.

Kondisi yang serba kesulitan ini membuat Ade Lip Syarifudin terpaksa tidak melanjutkan pendidikan 2 orang anaknya yang dulunya bersekolah di Jawa, hal ini terpaksa dilakukan karena tidak ada lagi pemasukan untuk keluarganya. Uang yang ada di gunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan biaya pengobatan dirinya.

Setelah mendapatkan informasi dan melakukan survey, Dompet Ummat membantu biaya pengobatan yang diberikan langsung kepada pak Ade dirumah kontrakannya.

Semoga bantuan ini dapat sedikit meringankan pak Ade dan Istri dalam menjalankan pengobatannya.

Yuk. menjadi bagian menebarkan kebaikan untuk kesehatan masyarakat Kalimantan Barat.

Last modified: November 7, 2020