Sempat di PHK dari pabrik seng, Ayah Faisal saat ini bekerja sebagai buruh bangunan dengan penghasilan tidak lebih dari 100 ribu per hari itupun jika ada pekerjaan.

Sebelum ayahnya di PHK kehidupan keluarga Faisal baik-baik saja, namun sejak perusahaan tempat ayah Faisal bangkrut dan mem PHK seluruh karyawannya kondisi ekonomi keluarga Faisal akhirnya mengalami masalah.

Ibu Faisal tidak berdiam diri mengetahui kondisi ekonomi kelurganya mengalami masalah, untuk membantu ekonomi keluarganya ibu Faisal berjualan pentol kuah didepan gang rumahnya, namun saat ini sudah tidak bisa melanjutkan usahanya lagi karena kehabisan modal.

“Gimanelah nda habis modal, pemasukan dari jualan pentol kuah nda cukup untuk kebutuhan sehari-hari, akhirnye untuk hari-hari ngambil gak ke situ (jualan pentol) sikit-sikit sampai tak terase habis dah modal” ujar ibu Faisal. “dulu waktu ayah nye anak-anak masih kerje di pabrik, masih biselah kalau untuk hidup sehari-hari untuk makan same uang sekolah anak-anak bise dibayar, tapi sekarang untuk makan jak susah ape lagi untuk bayar sekolah belum lagi biaye-biaye yang lain” ujar ibu Faisal menambahkan.

Faisal sendiri merupakan anak ke 2 dari 3 bersaudara, saat ini sedang duduk dibangku kelas XI di salah satu SMK Swasta di Kota Pontianak. Tidak hanya Faisal, orang tua nya juga memiliki tanggungan untuk 2 orang saudaranya yang lain dan juga masih menjalani pendidikan.

Ditengah pandemi ini mari sama-sama kita membantu mereka,
Jangan sampai mereka menghentikan pendidikannya hanya kerena faktor biaya.

Last modified: November 6, 2020