Muhammad Ayub, merupakan siswa kelas 2 di salah satu SMK swasta di kota Pontianak. Anak kedua dari dua bersaudara ini telah lama ditinggal pergi sang ayah yang kini entah kemana, bertahun-tahun tanpa kabar.

Sang ibu lah yang kini harus menjadi tulang punggung keluarga, mencari nafkah untuk kebutuhan hidup sehari-hari dan biaya anak sekolah.

Ibunda Ayub dulu bekerja di sebuah rumah makan, semenjak rumah makan tempat ibunya bekerja sudah tutup, ibunda Riki tak lagi bekerja. Dan baru sekitar dua mingguan ini ibunya mendapat tawaran kerja menjadi juru masak di pondok pesantren yang tak jauh dari tempat tinggalnya.

Ayub menyadari kondisi ekonomi keluarganya begitu sulit, ditambah lagi ibunya tak memiliki cukup uang untuk membayar biaya SPP yang menunggak sejak bulan Desember 2019. Akhirnya Ayub membulatkan tekadnya untuk berhenti dari sekolah dengan harapan hal itu dapat mengurangi beban ibunya yang harus banting tulang membiayai sekolah Ayub.

Mendengar informasi itu, salah satu guru Ayub yang iba dengan kondisi keluarga Ayub kemudian melakukan survey ke rumahnya untuk melihat kesulitan hidup di keluarga Ayub.

Setelah dirasa cukup menggali informasi, sang guru mendatangi kantor Dompet Ummat guna memberikan informasi terkait masalah yang dihadapi siswanya tersebut.

Tim Dompet Ummat kemudian bergegas melakukan survey ke rumah Ayub, menemui ibunya dan menanyakan kondisi keluarganya.

“Cukup untuk makan saja sudah Alhamdulillah, namun buat bayar SPP yang perbulannya Rp. 200.000,- ibu kewalahan,” Ujar ibunda Ayub.

Alhamdulillah, karena kebaikan dari Sahabat Baik semuanya, tim Dompet Ummat dapat menyalurkan bantuan untuk meringankan pembayaran SPP Ayub selama lima bulan.

Semoga bantuan yang diberikan dapat menjadi pemantik semangat Ayub untuk lebih giat belajar dan menorehkan prestasi di sekolahnya, Aamiin ya Rabbal’alamiin.

+++

Transfer Donasi
BCA 029.147.49.33
BSM 700.418.790.8
An. Dompet Ummat

Konfirmasi Transfer
0851 0091 8676

www.dompetummat.or.id

Last modified: October 1, 2020