Month: November 2017

Bulan: November 2017

BANTU IBU ISTIANA MERAIH IMPIAN

“Jangankan nak ngirimkan duit dan ngasi nafkah anak istrinye, kabar beritenye jak ndak ade sedangkan keperluan anak-anak ni semakin banyak”  uangkap bu Istiana ketika bercerita tentang kondisi keluarganya.

Istiana adalah seorang penjual kue keliling ia tinggal di Dusun Melati Desa Sungai Itik Kecamatan Sungai Kakap Kabupaten Kubu Raya. Sudah kurang lebih 4 tahun ini ia merangkap menjadi sosok ibu sekaligus bapak untuk ketiga anaknya sejak Suaminya pergi menjadi TKI di Malaysia.

Perjuangannya Istiana sangatlah besar, ia harus menawarkan kuenya dari satu kantor ke kantor lainnya, naik turun tangga serta panas hujan juga tak dihiraukannya. Kue itu Ia jual didaerah Pontianak bahkan terkadang sampai ke daerah Supadio. Kue-kue ini Ia peroleh dari tetangganya dengan sistem upah sehingga keuntungannya tidak seberapa. Belum lagi ia juga harus membayar motor sewaan yang dipakainya untuk berjualan sebesar Rp 30.000/hari belum lagi untuk uang bensin, biaya makan dan biaya lainya.

Melihat perjuangan dan keuntungannya tidak seimbang iapun berpikiran untuk membuat kue sendiri agar keuntungannya bertambah. “saye ade niat nak buat kue sorang jak kak, karne sekarang ni untungnye kecil, kalau buat kue sorangkan untungnye bise lebih besar” Ungkap  Istiana. “Tapi masalahnye nak buat kue sorangpun harus punye modal, sedangkan saye tak ade modal’ sambungnya.

Mendengar kisah Istiana tim tanggap darurat ummat langsung melakukan survey ke rumahnya. Dari hasil survey itulah Istiana dikategorikan layak untuk mendapatkan bantuan usaha, agar ia bisa menjual kue miliknya sendiri. Bantuan yang diberikan berupa Mixer sebagai alat untuk membuat kue serta bahan-bahan lainnya.

Semoga usaha ibu Istiana diberikan kelancaran dan kemudahan agar ia bisa mencukupi kebutuhan hidupnya dan biaya sekolah anak-anaknya. Aamiin.

Kembalikan Senyum Aisyah

Sebagian rambut dan kulit kepala Aisyah Putri terlepas setelah mengalami kecelakaan di Sungai Kapuas dua pekan yang lalu. Musibah ini bermula ketika Aisyah dan Hasan (bapak angkatnya) hendak pulang ke Pontianak dari berkunjung ke tempat keluarganya di Tayan dengan menggunakan motor air.

Ketika didalam perjalanan tiba-tiba Aisyah terjatuh dan rambutnya tersangkut di kipas motor air yang menyebabkan terlepasnya sebagian rambut dan kulit kepalanya.

Sesampainya di Pontianak Aisyah langsung dilarikan ke RSUD Sudarso dan menjalani operasi pertama dengan biaya Rp 15.000.000 yang didapat Bapak angkatnya dari pinjaman kepada pihak keluarga dan tetangganya. Tidak sampai disitu saja ia juga harus menjalani operasi kedua untuk menutup kulit kepalanya dengan biaya yang dibutuhkan sebanyak kurang lebih Rp 20.000.000.

Alih-alih untuk melakukan operasi kedua, untuk membayar hutang pasca operasi pertama saja mereka sudah kesusahan ditambah lagi dengan harus mengganti perban setiap seminggu 2 kali dengan biaya Rp 300.000/setiap gantinya. Sedangkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya mereka hanya mengharapkan hasil dari penjualan caping (topi untuk bersawah).

Untuk meringankan beban Aisyah Dompet Ummat Kalbar kembali membuka donasi.
Donasi Anda dapat disalurkan langsung ke Kantor Dompet Ummat Jl Karimata no 2 A atau hubungi layanan jemput 0851-0091-8676.
Transfer Via BNI Syariah 023.5359.406
BSM 700.418.790.8